Q & A iman kristen orthodox

Full Version: Mengapa Gereja mengingat dan mendoakan mereka yang telah meninggal di dalam Kristus?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: r960-f663802a86509e329ec380a0fa3bd1da.jpg]
Mengingat dan mendoakan orang yang telah meninggal di dalam Kristus --bukan berdoa kepada orang meninggal, sebab banyak orang salah kaprah menyamakan dua hal tersebut-- adalah wujud kasih nyata sesama manusia, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Mereka yang masih hidup maupun yang telah meninggal di dalam Kristus, semuanya adalah satu sebagai anggota Gereja, dan tidak ada pemisahan di antara kedua. Maka di sini kita menolak bentuk "Nestorianisme" dalam Ekklesiologi, seakan-akan Gereja yang di bumi dan Gereja yang di firdaus itu terpisah-pisah yang berdiri sendiri-sendiri.

Kita mengingat dan mendoakan mereka juga sebagai pengakuan kita bahwa mereka ini bukan binatang, tetapi manusia yang dijadikan dalam gambar Allah, memiliki roh yang kekal. Menunjukkan bahwa manusia itu mulia di hadapan Allah. Dengan menolak mengingat dan mendoakan mereka, kita mempersamakan mereka ini seperti binatang yang setelah mati lenyap begitu saja, dan inilah yang diinginkan iblis, ia ingin manusia saling membenci dan melupakan sesamanya, menaburkan racun bahwa manusia yang mati itu selesai, padahal kehidupan sebelum kematian itu hanyalah setitik jjika dibandingkan kehidupan setelah kematian yang adalah garis panjang tanpa ujung.