Q & A iman kristen orthodox

Full Version: Sacrament of Love
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Perempuan sebagai penopang spiritual laki-laki. Sedangkan laki-laki sebagai "wujud" kemanusiaan, dan perempuan sebagai "roh dan jiwa" seorang laki-laki. Karena "dia keluar dari laki-laki" sebagaimana Roh keluar dari Bapa.

Diambil dari tulang rusuk, bukan di atas, bukan di bawah. Di dalam tulang rusuk terdapat "hati" (kardia/jantung). Di mana hati ini diyakini sebagai tempat bersemayamnya jiwa dan roh manusia. Diambil dari sana, menunjukkan bahwa perempuan diambil keluar dari "jiwa dan roh" laki-laki, membawa sifat non-material seorang manusia. Karena itulah dia menjadi "penolong yg sepadan" bagi laki-laki.

Seperti seorang presbiter membutuhkan diaken, walau presbiter adalah pemimpin dan imam yang berhak menyelenggarakan liturgi.

Isteri yang tidak saleh akan merusak jiwa suaminya. Kesalehan itu terpancar dalam mental dan perilaku si isteri.

Begitu pun suami harus mengasihi isterinya seperti dirinya sendiri ---ini tidak aneh--- sebab seorang isteri adalah cerminan jiwa suami, keduanya saling berpandang-pandangan (bertafakur) satu sama lain.

Isteri tunduk kepada suami karena dari suami inilah isteri berasal. Itulah alasan Allah menciptakan Adam and Eve, bukan Adam and Steve.

Hubungan antara suami-isteri di dalam roh, yang dari hubungan mereka menghasilkan buah cinta yaitu anak, itu adalah gambaran Allah oleh kuasa Roh-Nya yang memperanakkan Anak Tunggal-Nya.

Seorang anak diperanakkan dari bapanya, dan seorang bapa (suami) mengasihi isterinya seperti dirinya sendiri sebab isteri ini adalah roh dan jiwa dari sang suami.

Roh di sini bentuk katanya feminim (RUAKH). Menggambarkan sisi feminim walaupun Roh itu bukan perempuan.